"Diantara ragam rupa wajah yang terlihat hari ini. Tak satupun yang dapat ku rangkul dan terlihat sama. Aku dimana ?"
Hari ini udara tenang kurasakan. Setiap jalan hidup yang dilalui serasa angin semilir mengikuti hingga aku tak menuju manapun. Hingga aku lelah untuk melangkah. Suara minor bahagia dan ritme tawa yang seirama dengan hawa sejuk di tempat ini membuat aku lupa waktu,dan lupa bahwa aku menghabiskan masa itu disini. Kadang tawa terhenti sejenak dikala aku merenung dan bersyukur bahwa Tuhan masih menciptakan keindahan itu bersamamu. Coba kau menengadah ke langit biru yang selalu melihat gerak gerikmu. Sembari menunggu hari yang termanipulasi oleh tingkahmu. Kau seperti dewa yang buat orang yang terus bermimpi dan mengerti bahwa hidup ini harus terus dikejar. Sembari menunggu hari yang termanipulasi oleh tingkahmu. Mari melihat senja yang mendung yang ku harapkan datang untuk mimpi yang kau beri. Nada-nada ramaikan ruangan ini dan doa tercampur di dalamnya. Sembari menunggu hari yang termanipulasi oleh tingkahmu. semoga semua yang kupanjatkan bisa bermajas bahagia....
Kritik dan saran: susunan katanya udah bagus mas.. Cuman susah dimengerti sama penulis mungkin next lebih disederhanakan biar pembaca bisa mengerti maksud dari yg ditulis
BalasHapus