Kali ini aku bercerita tentang perempuan yang sulit dilisankan kecantikannya dan parasnya. Pertemuan kami yang sederhana dan ucapan sapa yang lirih dituliskan dalam bentuk senyuman yang terhias di lekuk wajahnya. Entah mengapa jadi sedikit bingung terhadap pertemuan ini. Atau memang sikap yang menjadi tak menentu. Semoga saja Tuhan ikut andil dalam pertemuan yang tak terduga ini. Saat angin mulai semilir lagi menyentuhku kadang disitu aku merasa bahwa ada hal baru yang harus ku lakukan bersama orang-orang baru. Coba ku hentikan jejak yang usang yang menggangu setiap rebahku dalam malam dingin. Dan semoga orang yang Tuhan maksud adalah "dia" sekalipun kekecewaan datang tidak hanya sesekali. Kali ini aku mencoba untuk berharap sebuah kesempatan datang dari Tuhan untukku dan semoga untuknya juga. Coba saja dia tau bahasa ini bukanlah rethorika yang palsu. Yang masih menjadi pertanyaan adalah kau datang sebagai kekecewaan baru ataukah kau akan menjadi hal yang istimewa yang aku spesialkan suatu waktu nanti...
Rabu, 23 September 2015
Senin, 14 September 2015
Manipulasi Hari
"Diantara ragam rupa wajah yang terlihat hari ini. Tak satupun yang dapat ku rangkul dan terlihat sama. Aku dimana ?"
Minggu, 06 September 2015
Aku Pernah Percaya
Aku pernah percaya bahwa pertemuan yang diciptakan Tuhan bukan sebagai awal kekecewaan yang terus menderu, lihat ketika hari-hari yang penuh tetesan air mata,yang kau butuhkan bukan seseorang yang sepertiku yang mampu mencekoki kesedihan yang membuatmu muntah dalam ketidakbahagiaanmu sebagai orang yang kukasihi. Aku pernah percaya bahwa hanya kau yang mampu ku cintai,namun terkadang keyakinan yang kau punya mampu dipatahkan. Langkah jejak yang kita buat di setapakpun semakin bertolak belakang.tanpa menoleh dan tanpa saling menyapa. Aku merindukan kenangan bukan merindukan penyesalan dan sekalipun itu kembali itu hanya menjadi kisah manis yang hanya mampu kita mimpikan. Lelaki yang sekarang kau percaya sebagai pelabuhanmu seakan menjadi titik terang yang kau punya untuk menerangi hatimu yang suram bersamaku. Cinta kadang abstraksi,dan penuh tanda tanya. Dia ricuh sekali dalam singgah di penempatan hati, tak memandang siapapun dan kapanpun. Aku pernah percaya bahwa akhirnya kita sebagai manusia yang saling berantagonis satu sama lain. Melalaikan perasaan yang sudah ada dan menguatkan ego untuk saling mengalahkan. Tuhan menawarkan pilihan baru untukmu. Pergi sejauh mungkin hingga aku tak mampu mengenalmu sebagai paras yang kuanggap indah. Dan aku pernah percaya ketika kau pergi waktu sudah memberikan kesimpulan yang menjawab semua penantian yang kuanggap sia-sia....
Langganan:
Postingan (Atom)