Kita terlalu banyak berdalih dengan waktu
Dalam tawa maupun tangis
Sekiranya kenangan indah mengikis
Akal merasa benar
Namun hati serasa ditampar
Jauh sekali aku mengayunkan tangan
Berceloteh tentang harapan
Apa yang kau telan
Itu yang ku telan
Kau memaki diri,aku memujimu
Aku rendahkan diri,kau tinggikan anganmu
Cerita kita tersekat ambisi
Melupakan tujuan dalam transisi
Menumpah gelisah dan serba salah
Sekalipun sedih itu mati
Dia seakan mampu hidup
Dalam ucapan yang menusuk...EGO!