Selasa, 17 Februari 2015

Udara dan Inspirasi

Pagi ini matahari terasa cepat meninggi,aku melihat diatas kota sejuk bersama iringan suara hewan yang terselip di rumput liar,ku coba mencari sebuah hal yang indah di balik objek yang tertutup embun dan dingin ini,warna cahaya yang biasa ku sapa kini bukan menjadi hal asing bagiku,cahaya yang biasanya menjadi inspirasiku untuk membayangkan setiap paras indahmu,ku tak pernah temukan wujudmu di tempat ini,kau bagai embun yang menguap lalu hilang entah kemana,sulit ku rangkai ulang ketika kau berubah menjadi udara,aku hanya mampu menghirupmu dan menjadi kau bagian dari nafasku,cahayapun tak pernah menyaksikan bahwa aku ingin menggenggam erat tanganmu di tempat ini,sejuk yang kurasakan sama dengan sejuk saat kau dekap aku saat mataku terpejam,dan ketika ku berada disini ingin ku mulai hal yang dulu pernah terjadi bersamamu,yah inilah anganku yang terlihat lucu dan mustahil,namun ku berbicara pada pemandangan di atas kota ini,bahwa aku berusaha hanya ada untukmu meskipun kita tak pernah saling memiliki,tetapi aku tetap ingat bahwa kau yang pernah membuka ingatan ini,kau inspirasi yang sulit dirangkai dengan bahasa aksara,dan kau inspirasi yang sekarang mulai hilang...




Lelaki yang hidup bersama puing puing nafasmu....

Kamis, 12 Februari 2015

Aku hanyalah Orang Pinggiran

Malam pekat dingin yang menghujam jantung yang kini menjadi berdetak makin cepat,seruan nada mencekam tak dapat lagi ku dengar,aku hanya berdiri di tepi dinding kegelapan dengan suara sumbang. Apakah kau pernah mendengar rintihanku? Mungkin suaraku hanya lantunan tak bermakna yang mungkin tak ada artinya di kedua telingamu,aku hanya orang pinggiran yang kau permainkan hatinya bagaikan ayunan masa kecilmu kadang aku tau aku begitu mudah untuk dirayu dengan kedua bibirmu yang indah bagiku...

Namun,aku hanyalah orang pinggiran yang mengharapkan cinta dari seorang yang tak pernah melihatku dibawah,aku hanya orang yang bekerja tanpa harus di gaji,aku hanyalah orang pinggiran yang menyapu tanpa ada orang menatap iba kepadaku,dan aku adalah orang pinggiran yang mencitaimu tanpa kau tau ketulusan hatiku



Lelaki pinggiran yang terus menunggu dengan keterbatasan kemampuanku untuk terus mencintaimu