Sabtu, 09 Mei 2015

Kapan Kau terakhir Bahagia ?

"Ketika ku harus paksakan semuanya menyolot api yang membakar kaki hingga ubun-ubun,mungkin ku sudah hangus menjadi abu penyesalan"



Kapan terakhir kau bahagia? Dan kapan kau mampu membahagiakan orang lain disaat terakhir kau menatapku sengau seperti nada sumbang ? Kau bagaikan kemungkinan yang selalu aku doakan,bukan penyesalan yang harus ku pendam dan ku hanguskan,kadang air menitik selaik dari pelupuk rindu hingga menuju sendu,namun rindu mencumbu dalam mendung dan dingin menjadi sebuah hal yang ku-ritme-kan bersama ayunan tangan kita,kadang kebahagiaanku terlihat dari caramu memancarkan senyum ke wajahku,tapi kadang sedihku ketika ku tau ada orang lain yang mampu membahagiakanmu selain diriku. Aku tak ingin,biarkan kebahagiaanmu bersamaku abadi layaknya langit berlapis tujuh,bukan seperti embun yang mudah hilang bersama cahaya pagi,terus pegang erat tangan dan peluk dalam peluh ini,semua masalah dalam hujan dan badai hanya bisa kita lalui bersama dalam hati yang seirama. 




Kau yang kurindukan,kau pula yang tak peka,kau yang ku tunggu namun kau terus berpura pura dungu sampai langit sekalipun berwarna ungu...