Minggu, 21 Juni 2015

Perspektif

"Mungkin kebersamaan kita adalah kebahagiaan yang Tuhan tangguhkan. Atas doa-doa kebaikan yang dulunya aku dan kau panjatkan"


Kadang bersemi kadang pula gugur terbawa angin,kadang juga tak terasa jika sudah pergi,mungkin kita belum bisa belajar dari kesedihan yang berlalu,juga perspektif kita masih dalam sanubari individualis yang termakan egosentris,kicauan cerca yang kita ejawantahkan menjadi perlakuan yang tidak seharusnya,membuat kita semakin kehilangan kedewasaan,entah sampai lama kau akan duduk sendiri dipojokan sambil menunduk dan meneteskan air mata,dan kau terus membungkam mulutmu dengan kekesalan dan kebencian yang kau ciptakan untukku,kita tidak berani saling menatap,apalagi saling menyapa senyum. sejauh mata memandang hanya bentuk tubuh yang terlihat tanpa aku mampu mendekat bahkan memberikan sapaan untukmu,mungkin kodrati yang terlalu kaku atau kita yang terpaksa melawan semua itu ? Biarkan perspektif menari dalam setiap prasangka baik yang ku muncul kan dalam relung pikiran,biarkan mengalir deras hingga terbukti bahwa Tuhan memanggil kita hanya untuk pertemuan kah ? Atau memang lebih dari sekedar bersama dan memiliki untuk selamanya....

Sabtu, 13 Juni 2015

Nokturnal




"Bersama malam kan kubawa mimpiku menilisik jejak perjuangan hingga tetesan keringat kering dan sampai tulang belulang menjadi retakan"



Aku hidup di malam gelap gulita,ketika semua mata hanya menyapa imajinasi belaka dalam kantuk,aku masih berpapasan dengan hidup yang dianggap nyata,setiap dingin yang kutempuh bersama sejawat,itu lah yang kami kisahkan,tentang kenapa semua bisa terjadi,kami tidak hidup normal,melainkan yang mati dalam kebiasaan manusia pada umumnya,bulan kadang mendengar curhatan dan obrolan kami,hingga matahari tak sempat kami sapa,jalan raya yang sunyi menjadi bagian yang kami ajak untuk menemani,setiap pagi muncul kamipun menghilang diantara kerumunan yang menyapa pagi,kami sudah terbiasa menyapa dengkuran manusia,yang sudah menjadi nyanyian merdu disetiap langkah perjuangan kami menuju singgah yang tak pernah terbaca,setidaknya kami mampu menaklukan malam,sekalipun pagi terabaikan,dan serangan diantara fajar menaklukan lelah kami dalam memikul kenyataan hingga kami menjadi orang yang lemah....

Selasa, 09 Juni 2015

Sebuah Kata

Sebuah kata....
lain pula sebuah makna yang tersirat
Aku berfikir tentang barisan bait yang tegap
Yang maknanya bahkan terlihat gemerlap
Tak mau terjebak...

Sebuah kata....
Yang kufikirkan pun berbeda
Dengan apa yang ku tuliskan
Tak mampu menerka namun mampu merasakan
Tak mau terjebak...

Sebuah kata....
Yang membuatku lemah berbuat
Hanya mampu ku rangkai
Bukan indah sebagai bingkai
Tak mau terjebak...

Sebuah kata...
Mampu menari bersama kehidupan
Yang bercerita dalam serapan
Dan semoga tak terjebak
Hanya dalam keindahan....

Rabu, 03 Juni 2015

Pesan Tersirat

"Jika Tuhan tak menakdirkan kita bersama, mohon ceritakan pada anak-anakmu bahwa pernah ada yang mencintaimu sedalam ini"



Terlewat egoku melihat hal yang samar disekujur tubuhmu,kita berpisah untuk sekian kalinya dengan kata yang paling pahit dipertemuan tak langsung kali ini. Tertidur sendirian dalam mimpi setengah sadar ku mulai merasakan euforia tak sama, tak melihat kesederhanaan sosok perempuan yang kulihat waktu itu, kau terlihat seperti perempuan yang mengerti dunia ini seperti apa, kau tak mampu kujabat tanganmu untuk mengajakmu mencapai tujuan yang kita indahkan bersama, kau memilih jalanmu sendiri,jalan dimana kau mampu menikmati kesenangan apatismu,disini...aku melakukan hal yang ku bisa untuk terus belajar dari rasa sakit,selebihnya kubiarkan Tuhan melakukan bagian yang tak bisa kulakukan untuk mengabulkan isi hati yang terdalam. Dan mungkin hari ini aku akan menjadi selembar surat cinta yang selalu utuh. Bukan karena kau rawat, melainkan karena tak pernah kau sentuh sedikitpun. Pesanku mungkin tersirat bersama dingin yang kau nikmati bersama seseorang yang kau sayangi entah siapapun itu,dan mungkin salamku akan terbagi kedalam lembabnya tanah yang kau injak dan terabaikan.....