Minggu, 21 Juni 2015

Perspektif

"Mungkin kebersamaan kita adalah kebahagiaan yang Tuhan tangguhkan. Atas doa-doa kebaikan yang dulunya aku dan kau panjatkan"


Kadang bersemi kadang pula gugur terbawa angin,kadang juga tak terasa jika sudah pergi,mungkin kita belum bisa belajar dari kesedihan yang berlalu,juga perspektif kita masih dalam sanubari individualis yang termakan egosentris,kicauan cerca yang kita ejawantahkan menjadi perlakuan yang tidak seharusnya,membuat kita semakin kehilangan kedewasaan,entah sampai lama kau akan duduk sendiri dipojokan sambil menunduk dan meneteskan air mata,dan kau terus membungkam mulutmu dengan kekesalan dan kebencian yang kau ciptakan untukku,kita tidak berani saling menatap,apalagi saling menyapa senyum. sejauh mata memandang hanya bentuk tubuh yang terlihat tanpa aku mampu mendekat bahkan memberikan sapaan untukmu,mungkin kodrati yang terlalu kaku atau kita yang terpaksa melawan semua itu ? Biarkan perspektif menari dalam setiap prasangka baik yang ku muncul kan dalam relung pikiran,biarkan mengalir deras hingga terbukti bahwa Tuhan memanggil kita hanya untuk pertemuan kah ? Atau memang lebih dari sekedar bersama dan memiliki untuk selamanya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar