Aku hidup di malam gelap gulita,ketika semua mata hanya menyapa imajinasi belaka dalam kantuk,aku masih berpapasan dengan hidup yang dianggap nyata,setiap dingin yang kutempuh bersama sejawat,itu lah yang kami kisahkan,tentang kenapa semua bisa terjadi,kami tidak hidup normal,melainkan yang mati dalam kebiasaan manusia pada umumnya,bulan kadang mendengar curhatan dan obrolan kami,hingga matahari tak sempat kami sapa,jalan raya yang sunyi menjadi bagian yang kami ajak untuk menemani,setiap pagi muncul kamipun menghilang diantara kerumunan yang menyapa pagi,kami sudah terbiasa menyapa dengkuran manusia,yang sudah menjadi nyanyian merdu disetiap langkah perjuangan kami menuju singgah yang tak pernah terbaca,setidaknya kami mampu menaklukan malam,sekalipun pagi terabaikan,dan serangan diantara fajar menaklukan lelah kami dalam memikul kenyataan hingga kami menjadi orang yang lemah....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar