Rabu, 03 Juni 2015

Pesan Tersirat

"Jika Tuhan tak menakdirkan kita bersama, mohon ceritakan pada anak-anakmu bahwa pernah ada yang mencintaimu sedalam ini"



Terlewat egoku melihat hal yang samar disekujur tubuhmu,kita berpisah untuk sekian kalinya dengan kata yang paling pahit dipertemuan tak langsung kali ini. Tertidur sendirian dalam mimpi setengah sadar ku mulai merasakan euforia tak sama, tak melihat kesederhanaan sosok perempuan yang kulihat waktu itu, kau terlihat seperti perempuan yang mengerti dunia ini seperti apa, kau tak mampu kujabat tanganmu untuk mengajakmu mencapai tujuan yang kita indahkan bersama, kau memilih jalanmu sendiri,jalan dimana kau mampu menikmati kesenangan apatismu,disini...aku melakukan hal yang ku bisa untuk terus belajar dari rasa sakit,selebihnya kubiarkan Tuhan melakukan bagian yang tak bisa kulakukan untuk mengabulkan isi hati yang terdalam. Dan mungkin hari ini aku akan menjadi selembar surat cinta yang selalu utuh. Bukan karena kau rawat, melainkan karena tak pernah kau sentuh sedikitpun. Pesanku mungkin tersirat bersama dingin yang kau nikmati bersama seseorang yang kau sayangi entah siapapun itu,dan mungkin salamku akan terbagi kedalam lembabnya tanah yang kau injak dan terabaikan.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar