Kamis, 12 Februari 2015

Aku hanyalah Orang Pinggiran

Malam pekat dingin yang menghujam jantung yang kini menjadi berdetak makin cepat,seruan nada mencekam tak dapat lagi ku dengar,aku hanya berdiri di tepi dinding kegelapan dengan suara sumbang. Apakah kau pernah mendengar rintihanku? Mungkin suaraku hanya lantunan tak bermakna yang mungkin tak ada artinya di kedua telingamu,aku hanya orang pinggiran yang kau permainkan hatinya bagaikan ayunan masa kecilmu kadang aku tau aku begitu mudah untuk dirayu dengan kedua bibirmu yang indah bagiku...

Namun,aku hanyalah orang pinggiran yang mengharapkan cinta dari seorang yang tak pernah melihatku dibawah,aku hanya orang yang bekerja tanpa harus di gaji,aku hanyalah orang pinggiran yang menyapu tanpa ada orang menatap iba kepadaku,dan aku adalah orang pinggiran yang mencitaimu tanpa kau tau ketulusan hatiku



Lelaki pinggiran yang terus menunggu dengan keterbatasan kemampuanku untuk terus mencintaimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar