Kali ini aku bercerita tentang perempuan yang sulit dilisankan kecantikannya dan parasnya. Pertemuan kami yang sederhana dan ucapan sapa yang lirih dituliskan dalam bentuk senyuman yang terhias di lekuk wajahnya. Entah mengapa jadi sedikit bingung terhadap pertemuan ini. Atau memang sikap yang menjadi tak menentu. Semoga saja Tuhan ikut andil dalam pertemuan yang tak terduga ini. Saat angin mulai semilir lagi menyentuhku kadang disitu aku merasa bahwa ada hal baru yang harus ku lakukan bersama orang-orang baru. Coba ku hentikan jejak yang usang yang menggangu setiap rebahku dalam malam dingin. Dan semoga orang yang Tuhan maksud adalah "dia" sekalipun kekecewaan datang tidak hanya sesekali. Kali ini aku mencoba untuk berharap sebuah kesempatan datang dari Tuhan untukku dan semoga untuknya juga. Coba saja dia tau bahasa ini bukanlah rethorika yang palsu. Yang masih menjadi pertanyaan adalah kau datang sebagai kekecewaan baru ataukah kau akan menjadi hal yang istimewa yang aku spesialkan suatu waktu nanti...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar