Kamis, 23 April 2015

Sajak Penutup

"Ada kata-kata ajaib,dan ketika kau mengucapkan tak akan ada satu pun yang merasakan sakit hati. Mereka adalah: terima kasih, maaf, tak apa."



Lembaran pilu terlampaui hari dan berlalu,jejak didasar tanah sudah terguyur hujan hingga tak tau mengalir kemana,seiring berjalannya air,dan berhembusnya angin,ingin ku tutup sajak cinta yang tiap kata ku maknai denganmu,aku menemukan sajak baru yang mungkin telah bersedia didalam relung hatiku,Tuhan berkata sudah saatnya aku harus mengikuti ini,perpisahan yang dirasakan dengan keadaan benci harus keterima pilu,aku ingin melupakanmu sebagaimana kau mampu melupakanku,namun aku tidak membencimu,aku hanya ingin mengenangmu sebagai wanita yang pernah membuat wajah ini bahagia,dan kututup sajak ini dengan selembar pelajaran indah,bahwa aku telah banyak belajar dari panasnya matahari dan pekatnya debu disiang hari,dan kau adalah bagian dari semua yang tak pernah kuingat lagi,semoga kau tenang kenangan...semoga kau juga mampu menjadi penghias masa lampau yang mampu jadi cerita hidup yang sulit tergantikan.





Lelaki penutup sajak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar